Jika kategori lain di paviliun Creative Jakarta adalah tentang apa yang kita pakai atau rasakan, kategori ini adalah tentang di mana kita tinggal. Di Seoul Design Festival (SDF) 2025, sektor Product & Furniture menjadi etalase paling masif yang menunjukkan kesiapan industri kreatif Jakarta bersaing di pasar global.
Sembilan jenama—Kayou, Play by Polkaa, Conture Concrete Lab, Robries, Totoys by Dus Duk Duk, DamDam Ceramic, Fredhelligh, DCraft Indonesia, dan Cowka—hadir membawa interpretasi fisik dari tema “Earth Society”. Mereka tidak sekadar membuat benda fungsional; mereka mengolah material bumi (dan limbahnya) menjadi objek bernilai seni tinggi.
Mari kita bedah kekuatan mereka berdasarkan material yang diusung.
Kehangatan Kayu dan Material Alam
Di tengah dominasi desain futuristis di Seoul, kehadiran material alami memberikan kehangatan yang dicari banyak orang. Kayou memimpin barisan ini sebagai jenama furnitur kayu solid yang menonjolkan karakter asli kayu. Kayou tidak berusaha menyembunyikan serat atau ketidaksempurnaan alam; sebaliknya, mereka merayakannya sebagai identitas visual yang jujur dan kokoh.

Senada dengan itu, Play by Polkaa menghadirkan homeware yang “timeless” dan cantik dari bahan-bahan alami yang berkelanjutan. Dengan memadukan desain yang apik dan tujuan lingkungan, Play by Polkaa menawarkan solusi dekorasi rumah yang estetis tapi tetap ramah bumi.

Ada juga Fredhelligh dan DCraft Indonesia yang turut memperkaya spektrum kriya dan dekorasi berbasis material alam, menunjukkan kepiawaian tangan pengrajin Jakarta dalam mengolah sumber daya lokal.


Inovasi Beton dan Limbah (Upcycling)
Sisi paling eksperimental dari paviliun ini terlihat pada para inovator material. Conture Concrete Lab mendefinisikan ulang persepsi kita tentang beton. Biasanya dianggap kaku dan kasar, di tangan Conture, beton berubah menjadi objek desain yang luwes dan artistik, seringkali dicampur dengan material limbah untuk menciptakan tekstur baru yang mengejutkan.

Semangat keberlanjutan juga diteriakkan lantang oleh Robries dan Cowka. Kedua jenama ini dikenal sebagai pionir dalam mengubah limbah (seperti plastik daur ulang) menjadi furnitur dan produk home decor yang fungsional dan berwarna-warni. Di bawah tema “Earth Society”, mereka membuktikan bahwa sampah di Jakarta bisa bertransformasi menjadi harta karun desain di Seoul.


Keramik dan Kegembiraan Visual
Desain produk tidak harus selalu serius; ia juga bisa memantik rasa ingin tahu dan kegembiraan. Totoys by Dus Duk Duk membawa inovasi material kardus menjadi mainan dan instalasi yang playful serta ramah lingkungan. Pendekatan mereka terhadap material kertas yang recyclable sangat relevan dengan isu keberlanjutan global.

Sementara itu, DamDam Ceramic menghadirkan keindahan keramik dengan sentuhan personal yang unik, melengkapi koleksi produk rumah tangga yang tidak hanya fungsional tapi juga bernyawa.

Kesembilan jenama ini menunjukkan bahwa Jakarta memiliki ekosistem desain produk yang lengkap—mulai dari pengolahan kayu tradisional hingga eksperimen material limbah futuristik. Kehadiran mereka di COEX Hall C mempertegas posisi Jakarta sebagai kota yang mampu mengolah sumber dayanya menjadi karya global yang kompetitif.
Jika kamu harus memilih satu benda untuk mempercantik sudut rumahmu, apakah kamu akan memilih solidnya kayu Kayou atau uniknya tekstur beton Conture?