Dirancang oleh Rina Renville dan diinisiasi oleh Written, Media Lounge IFFINA+ 2026 menerjemahkan gagasan berteduh menjadi ruang untuk bekerja, beristirahat, dan membangun koneksi.

Pameran desain tidak hanya menjadi tempat untuk menemukan produk baru atau mengikuti perkembangan industri. Di antara deretan furnitur, presentasi material, dan pertemuan profesional, ada kebutuhan yang lebih mendasar: ruang untuk berhenti sejenak. Bagi pengunjung yang menghabiskan waktu menjelajahi pameran, maupun jurnalis yang perlu bekerja di sela-sela agenda, kesempatan untuk beristirahat dapat menjadi bagian penting dari pengalaman mereka.

Kebutuhan tersebut menjadi titik berangkat Media Lounge di IFFINA+ 2026, yang dirancang oleh Rina Renville. Mengusung konsep berteduh, lounge ini berangkat dari gagasan tentang memberi kesempatan bagi seseorang untuk memperlambat ritme, memulihkan energi, dan kembali beraktivitas dengan lebih nyaman. Dalam konteks ini, berteduh tidak hanya dimaknai secara fisik, tetapi juga sebagai pengalaman ruang yang mendukung interaksi dan keseharian manusia.

Berlangsung pada 24–27 September 2026 di NICE PIK 2, IFFINA+ powered by imm cologne menjadi salah satu platform yang mempertemukan pelaku industri furnitur, desain, dan kriya Indonesia dengan pasar yang lebih luas. Di tengah dinamika tersebut, Media Lounge mengambil peran sebagai ruang pendukung yang terbuka bagi media dan pengunjung. Diinisiasi oleh Written bersama Mahjong Society, lounge ini tidak sekadar menyediakan tempat duduk, tetapi menawarkan lingkungan yang mengakomodasi kebutuhan bekerja, beristirahat, dan bertemu dalam satu kesatuan ruang.

Menerjemahkan Berteduh ke dalam Ruang

Bagi Rina Renville, tantangan utama dalam merancang Media Lounge adalah membangun hubungan yang harmonis antara karya seni dan pengaturan area duduk. Keduanya perlu saling melengkapi tanpa mengurangi fungsi maupun nilai estetik masing-masing. Pengunjung harus tetap dapat mengapresiasi karya yang ditampilkan, sekaligus merasa nyaman untuk duduk, beristirahat, dan berinteraksi.

Persoalan ini menempatkan pengalaman pengunjung sebagai bagian penting dari proses desain. Penataan ruang tidak hanya mempertimbangkan bagaimana setiap elemen terlihat, tetapi juga bagaimana elemen tersebut berhubungan satu sama lain dan digunakan dalam situasi nyata.

Desain Media Lounge yang melingkar menjadi bagian dari penerjemahan konsep berteduh. Bentuk yang mengalir menghadirkan kesan ruang yang merangkul, berbeda dari pengalaman bergerak di antara deretan stan pameran. Alih-alih mengarahkan pengunjung pada satu aktivitas tertentu, konfigurasi ini membuka berbagai kemungkinan dalam menggunakan ruang, baik untuk menyelesaikan pekerjaan, menikmati waktu istirahat, maupun berbincang dengan pengunjung lain.

Kolaborasi di Balik Pengalaman Ruang

Gagasan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi antara Rina Renville dan sejumlah mitra yang berkontribusi dalam aspek struktural maupun pengisian ruang. Aluveen dan Cellux terlibat dalam mewujudkan struktur desain, menerjemahkan gagasan awal menjadi ruang yang dapat dibangun dan digunakan.

Pada area lounge, Alessio menjadi elemen yang mendukung suasana nyaman dan elegan. Sementara itu, Every melengkapi zona kerja dan aktivitas, mengakomodasi kebutuhan yang lebih dinamis. Di area kudapan dan ritel, Dusdukduk menghadirkan material kardus sebagai elemen pembentuk ruang yang menawarkan pendekatan berbeda terhadap penggunaan material.

Selain melalui penataan ruang dan pemilihan furnitur, pengalaman di Media Lounge juga diperluas melalui kehadiran Mahjong Society. Kolaborasi ini menghadirkan alternatif aktivitas bagi pengunjung yang ingin mengambil jeda dari rangkaian pameran. Melalui permainan mahjong, lounge menjadi ruang untuk bersantai, berinteraksi, dan mengenal pengunjung lain dalam suasana yang lebih informal. Aktivitas ini melengkapi fungsi lounge sebagai tempat bekerja dan beristirahat, sekaligus membuka kesempatan bagi percakapan dan koneksi baru untuk terbentuk secara alami.

Setiap kolaborator membawa karakter dan fungsi masing-masing. Tantangannya bukan membuat seluruh elemen terlihat seragam, melainkan memastikan bahwa perbedaan tersebut dapat membentuk satu pengalaman yang utuh. Furnitur, material, struktur, dan karya seni perlu saling mendukung tanpa kehilangan identitasnya.

Ruang Jeda sebagai Bagian dari Pengalaman Desain

Melalui Media Lounge IFFINA+ 2026, Rina Renville menghadirkan perspektif bahwa desain tidak hanya berkaitan dengan bagaimana sebuah ruang terlihat, tetapi juga bagaimana ruang tersebut merespons kebutuhan manusia. Diinisiasi oleh Written bersama Mahjong Society, lounge ini dirancang untuk mengakomodasi media dan pengunjung pameran, menyediakan tempat untuk bekerja, memulihkan energi, sekaligus membuka peluang untuk bertukar gagasan. Kehadirannya memperluas fungsi ruang pendukung pameran, dari sekadar fasilitas menjadi bagian dari pengalaman pengunjung.

Pada akhirnya, berteduh menjadi lebih dari sekadar konsep penataan ruang. Ia menjadi landasan untuk mempertemukan kenyamanan, aktivitas, dan interaksi dalam satu pengalaman. Di tengah dinamika IFFINA+ 2026, Media Lounge mengingatkan bahwa desain tidak hanya hadir melalui objek yang dipamerkan, tetapi juga melalui ruang yang memungkinkan orang berhenti sejenak, terhubung, dan menemukan kemungkinan baru melalui pertemuan dengan orang lain.