
Bagaimana jika material, komponen, hardware, hingga furnitur jadi dapat ditemukan dalam satu rangkaian kunjungan?
Gagasan tersebut menjadi salah satu hal yang terasa dalam penyelenggaraan IFFINA+ powered by imm cologne 2026 yang berlangsung pada 24–27 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2.
Bersamaan dengan IFFINA+, interzum jakarta dan International Hardware Fair Indonesia (IHF Indonesia) juga berlangsung di venue yang sama. Ketiganya menjadi bagian dari Indonesia Materials, Manufacturing, & Furniture Connect (IMMFC),
Secara keseluruhan, lebih dari 500 exhibitor dari empat pameran tersebut membentuk sebuah ekosistem yang mempertemukan berbagai tahapan dalam rantai industri furnitur—mulai dari material dan komponen hingga produk jadi.

Dari Material, Hardware, hingga Furnitur
Format penyelenggaraan tahun ini membuat batas antara satu tahap industri dengan tahap lainnya terasa lebih dekat.
Interzum jakarta menghadirkan berbagai material dan komponen dalam tiga kategori utama, yaitu Material & Nature, Function & Components, serta Textile & Upholstery. Di area ini, pengunjung dapat menemukan berbagai solusi yang menjadi bagian dari proses produksi furnitur dan interior.
Kemudian, IHF Indonesia melengkapi ekosistem tersebut melalui hardware dan peralatan, mulai dari tools dan fasteners hingga home improvement serta berbagai kebutuhan teknis lainnya.
Bagi pengunjung, susunan ini memberikan kesempatan untuk melihat berbagai bagian dari proses tersebut secara berdampingan. Material dapat dibandingkan, solusi baru dapat ditemukan, sekaligus membuka kemungkinan bertemu pemasok dari kategori yang sebelumnya mungkin belum menjadi bagian dari sourcing mereka.
IFFINA+ Membuka Ruang Lebih Besar untuk Hospitality
Edisi 2026 juga menjadi babak baru bagi IFFINA+. Selain hadir dengan jadwal dan venue baru, pameran ini memperluas fokusnya dengan memberikan porsi lebih besar pada sektor hospitality.
Segmen tersebut melengkapi fokus yang sebelumnya sudah berjalan pada furnitur residensial dan interior design. Langkah ini sejalan dengan fokus IFFINA+ untuk berkembang sebagai hub regional bagi industri furnitur, desain, dan kerajinan.
Perluasan tersebut terasa melalui komposisi exhibitor maupun program yang hadir selama pameran. Tidak hanya melihat produk, pengunjung juga mendapatkan ruang untuk bertemu, berdiskusi, dan membangun koneksi dengan pelaku industri lainnya.
Dari Exhibition ke Ruang Pertemuan Industri

Salah satu bagian penting dari rangkaian IMMFC adalah bagaimana pameran tidak berhenti pada area display.
Hosted Buyer Programme dilanjutkan dengan Business Matching, yang mempertemukan buyer internasional dan regional secara langsung dengan exhibitor. Sementara itu, IFFINA+ Talks menghadirkan pembicara dari berbagai bidang yang berkaitan dengan furnitur, hospitality, desain, dan produksi material.
Program lain juga memperluas pengalaman pengunjung. IFFINA+ dan interzum jakarta menghadirkan Experience Lab bersama Playo untuk menampilkan inovasi material lokal. Ada juga 100+ Designers Club, sebuah networking programme yang dipandu oleh desainer interior Lea Aziz dan mempertemukan desainer dengan sejumlah brand.
Di sisi lain, IHF Indonesia menghadirkan DIY Class, DIY Fest, dan DIY Workshop yang memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengikuti demonstrasi dan praktik secara langsung.
Membangun Ekosistem Furnitur yang Lebih Terhubung

Penyelenggaraan IFFINA+ 2026 memperlihatkan satu pendekatan yang cukup menarik: industri furnitur tidak dilihat sebagai rangkaian proses yang berdiri sendiri.
Material membutuhkan teknologi dan komponen. Komponen membutuhkan produsen. Produk membutuhkan desainer dan pasar. Dan semuanya pada akhirnya terhubung dengan kebutuhan pengguna, termasuk sektor residensial, komersial, hospitality, dan properti.
Dengan mempertemukan berbagai bagian tersebut dalam satu rangkaian pameran, IMMFC 2026 dirancang untuk mendorong cross-sector sourcing, kolaborasi, dan pertukaran di antara pelaku industri yang mungkin sebelumnya tidak bertemu dalam satu ajang yang sama.
Setelah empat hari penyelenggaraan, IFFINA+ 2026 meninggalkan gambaran tentang bagaimana sebuah trade fair dapat menjadi lebih dari sekadar tempat memamerkan produk. Namun juga dapat menjadi ruang untuk melihat hubungan antara material, proses produksi, desain, furnitur, hingga pasar dalam satu ekosistem yang lebih dekat.