KANA Furniture dan Hidajat Endramukti menghadirkan Heritage Home, koleksi furnitur yang memadukan warisan kolonial Indonesia, Palazzo Italia, dan Mid-Century Modern.
Bagaimana jika warisan desain furnitur kolonial Indonesia dan kemewahan Palazzo Italia diterjemahkan ke dalam furnitur yang tetap terasa relevan untuk hunian masa kini?
Mungkin jika pembaca Written.id belum terbayang seperti apa bentuknya, bisa melihat koleksi furnitur terbaru hasil kolaborasi KANA Furniture bersama desainer interior Hidajat Endramukti dari Endramukti Design yang bertajuk Heritage Home.

Koleksi ini resmi diluncurkan pada Jumat, 4 September 2026 di Experience Store KANA Furniture, Kemang, Jakarta. Mengusung konsep timeless, refined, dan relevan, Heritage Home memadukan referensi sejarah dan arsitektur dengan pendekatan Mid-Century Modern.
Hasilnya adalah rangkaian furnitur yang memiliki karakter klasik, tetapi tetap terasa relevan untuk kebutuhan hunian masa kini.
Ketika Sejarah Bertemu Mid-Century Modern
Inspirasi Heritage Home berasal dari sejarah kolonial Indonesia dan arsitektur Palazzo Italia. Keduanya diterjemahkan melalui pendekatan Mid-Century Modern yang mengutamakan bentuk sederhana, proporsi seimbang, dan fungsi.
KANA Furniture menggunakan sejumlah material seperti kayu solid premium, marmer, kuningan antique gold, serta anyaman rotan halus atau rattan webbing.

Perpaduan material tersebut memberikan karakter pada setiap produk. Rotan membawa nuansa tropis dan kolonial, sementara marmer serta aksen kuningan memberikan sentuhan klasik yang elegan.
Setiap furnitur dirancang untuk ruang berukuran luas dan tetap dapat dipadukan dengan koleksi KANA lainnya. Pengguna pun dapat melakukan mix and match sesuai dengan karakter interior yang diinginkan.
Dari Ruang Tamu hingga Kamar Tidur
Heritage Home mencakup berbagai kebutuhan furnitur untuk area living, dining, hingga ruang personal.
Di area living, Sofa Florentine mengambil inspirasi dari bentuk klasik Italia dengan tampilan yang lebih modern. Sofa Praja dan Lounge Chair Nyantai menghadirkan sentuhan rotan yang memberikan nuansa kolonial.
Sementara itu, Sideboard Salvatore memiliki detail ukiran kayu dengan pola checkerboard yang terinspirasi dari fasad bangunan palazzo. Coffee Table 25 memadukan white Carrara marble, kayu, dan aksen kuningan, sedangkan Console Table Pio memiliki detail kaki berundak yang menyerupai bulir rosario.

Untuk dining area, terdapat Meja Makan Mengku dengan permukaan white Carrara marble yang terinspirasi dari foyer rumah kolonial. Meja Makan Pietro menampilkan kaki berbentuk organik menyerupai cabang pohon dengan pengaruh Art Nouveau dan Art Deco.
Area makan juga dilengkapi kursi makan Chiara dengan pilihan sandaran fabric atau rotan serta Counterstool Balai.
Sementara untuk private corner, workspace, dan bedroom, koleksi ini menghadirkan Bed 3.0 dengan pendekatan Scandi-modern, nakas Notte berbentuk bundar, serta working desk Sartika, lounge chair R.A., dan square coffee table Teuku.

Nama Teuku diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap pahlawan nasional Indonesia, menambahkan makna tersendiri pada produk tersebut.
Menghadirkan Sejarah ke Dalam Hunian
Bagi Hidajat Endramukti, Heritage Home merupakan upaya untuk membawa ingatan dan sejarah ke dalam kehidupan sehari-hari melalui desain furnitur.
"Proses merancang Heritage Home bersama KANA adalah perjalanan merayakan ingatan dan sejarah. Kami ingin menghadirkan furnitur yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga membawa cerita, karakter, dan kehangatan yang tak lekang oleh waktu ke dalam setiap sudut hunian," ujar Hidajat Endramukti.

Pendekatan tersebut sejalan dengan karakter Endramukti Design yang memadukan arsitektur modern dengan elemen etnik, artefak sejarah, dan estetika klasik. Berdiri sejak 1991 di Surabaya, Endramukti Design telah menangani berbagai proyek hunian, komersial, dan hospitality selama lebih dari tiga dekade.
Kolaborasi ini juga melanjutkan langkah KANA Furniture dalam menghadirkan produk hasil kerja sama dengan desainer dan tokoh kreatif Indonesia.
Melalui Heritage Home, elemen-elemen dari masa lalu mendapatkan interpretasi baru dalam bentuk furnitur yang dirancang untuk kehidupan masa kini. Koleksi ini menjadi pertemuan antara sejarah, material, dan fungsi yang kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai furnitur untuk melengkapi ruang di dalam hunian.