Kesempatan GO INTERNATIONAL!

Bergabunglah dengan Indonesia Pavilion di FIND – Design Fair Asia 2024

Temui para profesional desain terkemuka dan temukan peluang bisnis baru di ajang desain paling bergengsi di Asia. Pelajari lebih lanjut bagaimana Anda bisa menjadi bagian dari Indonesia Pavilion

0 +

Pengunjung

0

Brands

0 USD

Rencana Penjualan Setelah Pameran

0

Luas Area Pameran

INDONESIA PAVILION at FIND 2024

Written.id berkolaborasi dengan ICAD dan HDII DKI Jakarta akan mempersembahkan Indonesia Pavilion perhelatan FIND – Design Fair Asia 2024.

Paviliun ini akan menampilkan brand dan desainer terkurasi yang akan menghadirkan beragam produk dan gagasan desain. Anda berkesempatan untuk menjadi salah satunya!

We Offer Financial & Superior Services

A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary
regelialia. It is a paradisematic country, in which

Request a Call Back?

A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia. It is a paradise

Make an Appointment

for any inquiry

Testimonials

A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia. It is a paradise

Elizabeth Sofia CEO

Behind the word mountains, far from the countries Vokalia and top consonantia, there live the blind the texts Separated.

Jillian J. Dooley WordPress Dev.

Behind the word mountains, far from the countries Vokalia and top consonantia, there live the blind the texts Separated.

Freda B. Walker WordPress Dev.

Behind the word mountains, far from the countries Vokalia and top consonantia, there live the blind the texts Separated.

Jillian J. Dooley WordPress Dev.

Behind the word mountains, far from the countries Vokalia and top consonantia, there live the blind the texts Separated.

Elizabeth Sofia CEO

Behind the word mountains, far from the countries Vokalia and top consonantia, there live the blind the texts Separated.

Latest News

A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia. It is a paradise

7 Rekomendasi Museum Seni di Indonesia

Arinta Wirasto

Jika kamu menggemari seni rupa dan karya-karya historis, mengunjungi museum seni dapat menjadi alternatif saat berpelesir ke manapun. Tak semata destinasi mancanegara, Indonesia pun pun memiliki ragam tipe kesenian yang begitu kaya. Bagaimana tidak? Negara yang dikenal sebagai Zamrud Khatulistiwa ini memiliki sebanyak 17.001 pulau dan lebih dari 20 suku.

Dengan segala diversitas karya dari berbagai era, terdapat sejumlah museum dan institusi yang menampung koleksi dari para seniman lokal. Seiring berjalannya waktu, minat terhadap berbagai seni pun semakin berkembang. Oleh karenanya, pegiat seni dan para kurator berlomba-lomba menghadirkan karya dari seniman mancanegara beraliran seni kontemporer.

Berikut tujuh rekomendasi museum seni di Indonesia yang dapat kamu kunjungi dalam waktu senggang, baik untuk melakukan kontemplasi hidup—yang biasanya kami lakukan—atau sekadar mencari inspirasi.

1. Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta

Belakangan, museum ini sedang ramai diperbincangkan sebagai destinasi seni yang atraktif di Jakarta. Pasalnya, selain menikmati hasil karya seniman sejak abad ke-19—beberapa di antaranya adalah hasil karya seniman legendaris Affandi dan Raden Saleh—pengunjung juga dapat mengikuti lokakarya pembuatan keramik di area Studio Gerabah. Mengingat maraknya antusiasme terhadap seni pembuatan keramik belakangan ini, aktivitas produktif tersebut pun meraup banyak tanggapan positif. Bertolak sedikit ke masa lalu, museum yang telah berdiri sejak tahun 1870 ini awalnya digunakan sebagai kantor pengadilan sebelum beralih fungsi menjadi ruang ekshibisi.

(Sumber: www.dinaskebudayaan.jakarta.go.id)

Lokasi: Jalan Pos Kota No. 2, Jakarta Barat.

Jam buka: Selasa-Minggu dan Hari Libur Nasional, pukul 09.00-15.00 WIB.

Harga Tiket Masuk: Rp2.000-Rp5.000 (Perorangan).

2. Museum Wayang, Jakarta

Begitu banyak signifikansi yang terletak pada Museum Wayang. Baik dari segi historis, maupun budaya. Pertama adalah fakta bahwa begitu banyak institusi dan sosok prominen yang terlibat dalam pendirian museum ini. Ialah perusahaan dagang di masa penjajahan Belanda—tepatnya pada tahun 1640—Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) yang membangun gedung tersebut sebagai sebuah gereja bernama De Oude Hollandsche Kerk.

24 tahun pasca terdampak gempa dan dibangun kembali, gedung ini beralih fungsi menjadi sebuah monumen yang kemudian dibeli oleh sebuah lembaga penelitian seni Belanda, Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Kemudian bangunan tersebut dijadikan sebuah museum bertajuk De Oude Bataviasche Museum (Museum Batavia Lama). Maju cepat ke tahun 1960, Lembaga Kebudayaan Indonesia mendapatkan hak penuh untuk mengelola museum tersebut dan menamainya ulang sebagai Museum Jakarta. Pada tahun 1975, bangunan ini akhinya diresmikan sebagai Museum Wayang oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin.

Bicara budaya, kamu juga dapat menjadi saksi dari arsip wayang lintas periode. Meskipun identik dengan tradisi Jawa, lebih dari 4.000 wayang di dalam museum tersebut juga didapatkan dari mancanegara. Termasuk di antaranya adalah Kamboja, Thailand, Suriname, Tiongkok, Vietnam, Malaysia, India, bahkan Prancis. Selain itu, saat menyambangi Museum Wayang, kamu juga dapat menikmati pertunjukan wayang yang dipandu oleh dalang profesional setiap hari Minggu pukul 10.00 WIB.

(Sumber: www.jakarta-tourism.go.id)

Lokasi: Jalan Pintu Besar Utara No. 27, Taman Sari, Jakarta Barat.

Jam buka: Selasa-Minggu pukul 09.00-15.00 WIB.

Harga Tiket Masuk: Rp2.000-Rp5.000 (Perorangan).

3. Galeri Nasional Indonesia, Jakarta

Jika aliran seni kontemporer merupakan preferensimu, berkunjung ke Galeri Nasional Indonesia dapat menjadi pilihan untuk mencari sumber inspirasi. Museum ini menaungi sejumlah karya seni modern dari Indonesia dan mancanegara dalam ragam tipe format. Di antaranya adalah lukisan, sketsa grafis, patung, keramik, fotografi, seni kriya, instalasi, dan lain-lain. Seluruh karya seni ditampilkan dalam dua format permanen dan temporer dalam periode waktu tertentu. Pameran temporer umumnya dihelat secara kolaboratif dengan institusi seni, studio, komunitas, galeri, serta lembaga kebudayaan.

Menariknya, bukan hanya bagian dalam museum, sebagian karya seni turut diekspos di kawasan luar Galeri Nasional Indonesia. Beberapa nama tersohor—dari ranah lokal maupun mancanegara—yang pernah menghiasi Galeri Nasional Indonesia meliputi Basoeki Abdullah, Hendra Gunawan, Nyoman Gunarsa, Heri Dono, Wassily Kandinsky (Rusia), Sonia Delauney (Ukraina), dan Zao Wou Ki (Tiongkok). Selain itu, Galeri Nasional Indonesia juga menjadi rumah untuk berbagai seminar, lokakarya, dan diskusi interaktif bertemakan seni.

(Sumber: www.gni.kemdikbud.go.id)

Lokasi: Jalan Medan Merdeka Timur No. 14, Jakarta Pusat.

Jam buka: Selasa-Minggu pukul 11.00-19.00 WIB.

Harga Tiket Masuk: Gratis.

4. Museum MACAN, Jakarta

Meskipun namanya MACAN, tapi museum ini bukan mengoleksi macan, ya. MACAN adalah singkatan untuk Modern and Contemporary Art in Nusantara. Museum MACAN menampilkan sekitar 90 karya dari koleksi berjumlah 800 karya seni Indonesia dan kontemporer modern dari seluruh dunia.

(Sumber: www.museummacan.org)

Lokasi: AKR Tower Level M, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Jam buka: Selasa-Minggu pukul 10.00-18.00 WIB.

Harga Tiket Masuk: Gratis untuk ekshibisi permanen. Berbayar untuk ekshibisi temporer.

5. Semarang Contemporary Art Gallery, Semarang

Semarang Contemporary Art Gallery diresmikan pada 2008. Museum yang sering disebut Galsem ini memamerkan karya seni yang berbeda setiap dua bulan sekali. Selain karya seni lukisan dan 2 dimensi, di museum ini juga menampilkan karya 3 dimensi. Gedung Galeri Semarang terletak di Kota Lama Semarang yang bernuansa Spanish colonial

(Sumber: www.semaranggallery.com)

Lokasi: Jalan Taman Srigunting no. 5-6 Semarang, Jawa Tengah.

Jam buka: Selasa-Minggu pukul 10.00-20.30 WIB.

Harga Tiket Masuk: Rp20.000.

6. Museum Ganesya (Gelar Indonesia Budaya), Malang

Kesenian adalah hal yang signifikan dan tak terpisahkan dari kebudayaan Indonesia. Lantas, seluruh peninggalan historis pun memiliki tempatnya sendiri dan wajib untuk dilestarikan. Di dalam Museum Galeri Indonesia Budaya, kamu bisa menemukan berbagai artefak pusaka tradisional, prasasti masa lampau, sekaligus koleksi topeng dan wayang lintas generasi. Bicara periode, terdapat ratusan koleksi dari pra peradaban di Tanah Jawa, Kerajaan Majapahit, hingga pasca kemerdekaan Indonesia. Museum Ganesya adalah tempat sempurna untuk melakukan wisata edukasi untuk mengulik peninggalan sejarah secara lebih dalam. Menariknya lagi, Museum Ganesya berlokasi di kawasan Hawai Waterpark, Malang, sehingga dalam satu kunjungan kamu dapat melakukan beberapa aktivitas sekaligus.

(Sumber: kanal YouTube Gubug Inovatif)

Lokasi: Hawai Waterpark: Jalan Raya Karanglo Banjararum Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Jam buka: Senin-Minggu pukul 13.30-22.00 WIB.

Harga Tiket Masuk: Rp20.000.

7. Museum Kesenian Agung Rai (ARMA) Bali

Institusi yang juga dikenal sebagai ARMA (Agung Rai Museum of Art) ini merupakan wadah seni rupa yang tidak hanya berperan sebagai arsip budaya, namun juga pusat visualisasi dan seni pertunjukan. Museum ARMA mengusung gaya arsitektur tradisional Bali nan kental dengan dominasi material lokal. Selain menikmati koleksi lukisan, kamu juga bisa berkecimpung dan mengamati proses pembuatan karya seni di Bengkel Budaya. Selain itu, terdapat program budaya dan pelatihan lainnya yang dapat kamu kunjungi. Di antaranya adalah melukis batik, mengukir kayu, bermain gamelan, dan tari tradisional. Bicara koleksi, kamu dapat menemukan sejumlah karya prominen dari perupa asal Indonesia dan mancanegara, seperti Rudolf Bonnet dan Willem Dooijewaard (Belanda), serta Walter Spies (Jerman). Sesuai namanya, museum yang juga dibentuk sebagai yayasan bernama ARMA Foundation ini didirikan oleh Agung Rai. Ialah seorang budayawan tersohor yang berjasa melestarikan karya-karya seni nusantara.

(Sumber: www.bali.com)

Lokasi: Jalan Raya Pengosekan Ubud, Bali Indonesia

Jam buka: Selasa-Minggu pukul 10.00-18.00 WIB

Harga Tiket Masuk:

Dari tujuh rekomendasi di atas, manakah museum yang menarik perhatian untuk kamu kunjungi? Simak terus written.id untuk mendapatkan berita-berita terkini tentang ekshibisi dan program seni yang dapat kamu sambangi di waktu senggang!

SHARE :
WhatsApp
Facebook
Twitter
Email
Artikel Lainnya
Search