Kesempatan GO INTERNATIONAL!

Bergabunglah dengan Indonesia Pavilion di FIND – Design Fair Asia 2024

Temui para profesional desain terkemuka dan temukan peluang bisnis baru di ajang desain paling bergengsi di Asia. Pelajari lebih lanjut bagaimana Anda bisa menjadi bagian dari Indonesia Pavilion

0 +

Pengunjung

0

Brands

0 USD

Rencana Penjualan Setelah Pameran

0

Luas Area Pameran

INDONESIA PAVILION at FIND 2024

Written.id berkolaborasi dengan ICAD dan HDII DKI Jakarta akan mempersembahkan Indonesia Pavilion perhelatan FIND – Design Fair Asia 2024.

Paviliun ini akan menampilkan brand dan desainer terkurasi yang akan menghadirkan beragam produk dan gagasan desain. Anda berkesempatan untuk menjadi salah satunya!

We Offer Financial & Superior Services

A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary
regelialia. It is a paradisematic country, in which

Request a Call Back?

A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia. It is a paradise

Make an Appointment

for any inquiry

Testimonials

A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia. It is a paradise

Elizabeth Sofia CEO

Behind the word mountains, far from the countries Vokalia and top consonantia, there live the blind the texts Separated.

Jillian J. Dooley WordPress Dev.

Behind the word mountains, far from the countries Vokalia and top consonantia, there live the blind the texts Separated.

Freda B. Walker WordPress Dev.

Behind the word mountains, far from the countries Vokalia and top consonantia, there live the blind the texts Separated.

Jillian J. Dooley WordPress Dev.

Behind the word mountains, far from the countries Vokalia and top consonantia, there live the blind the texts Separated.

Elizabeth Sofia CEO

Behind the word mountains, far from the countries Vokalia and top consonantia, there live the blind the texts Separated.

Latest News

A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia. It is a paradise

Bertemu Makhluk Unik Ciptaan Patricia Piccinini di Museum MACAN

Aragea Hidayat

Para pencinta seni rupa di Jakarta bersiaplah untuk terpukau. Museum MACAN menghadirkan pameran tunggal perdana seniman Australia ternama, Patricia Piccinini, di Indonesia. Pameran yang berjudul CARE ini dibuka untuk publik mulai 23 Mei hingga 6 Oktober 2024 mendatang. Pameran ini menampilkan lebih dari 40 patung, tiga instalasi video besar, dan instalasi “Celestial Field” (2021) yang terbuat dari ribuan bunga. 

Beragam karya Patricia Piccinini yang ada di Museum MACAN, Dok. Museum MACAN

Pameran “CARE” menyelami isu-isu global yang mendesak, seperti ekologi, keanekaragaman hayati, dan bioteknologi, sambil mengeksplorasi tema universal tentang hubungan dan keintiman yang dapat dirasakan oleh audiens di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Saat mengunjungi pameran ini, pengunjung akan melihat sejumlah makhluk imajiner baru yang terinspirasi dari makhluk hidup dan mitologi. Karya ini dibuat untuk mengajak pengunjung merenungkan bentuk-bentuk kehidupan baru dengan pandangan penuh kepedulian dan welas asih. Selain itu, pameran ini juga mengundang pengunjung untuk menjelajahi emosi sebagai manusia ketika dihadapkan pada hal-hal yang tidak diketahui, baik dalam bentuk makhluk alami maupun buatan.

Karya Patricia Piccinini bertajuk The Couple (2018), Dok. Museum MACAN

“Kami bangga bisa mempersembahkan pameran tunggal perdana Patricia Piccinini di Indonesia. Sebagai perupa yang diakui secara global, Piccinini dikenal dengan visinya yang mampu melintasi beragam isu kritis dalam masyarakat kontemporer. Kami juga sangat senang dapat bekerja dengan Tobias Berger sebagai kurator untuk proyek ini,” ujar Direktur Museum MACAN Venus Lau, Selasa (21/5).

Patricia Piccinini dan Tobias Berger, Dok. Museum MACAN

Pada pembukaan pameran, Museum MACAN menggelar serangkaian program menarik seperti wicara, tur, serta sesi dongeng untuk anak-anak dan keluarga. Selama pameran Patricia Piccinini: CARE, museum akan menyediakan ruang khusus bagi anak-anak dan keluarga untuk menjelajahi berbagai bentuk cinta dan kebaikan melalui permainan peran interaktif dan eksplorasi ruang. 

Dikenal sebagai Kindred Kinder, area ini mencerminkan gagasan Patricia Piccinini tentang kepedulian sebagai naluri alami yang melampaui batas spesies. Pengalaman ini juga bertujuan untuk mendorong rasa ingin tahu, kebaikan, tanggung jawab, dan penerimaan terhadap perbedaan.

Tentang Patricia Piccinini

Patricia Piccinini sendiri adalah seorang seniman berbasis di Australia yang terkenal dengan patung-patung makhluk khayali yang menggabungkan unsur alami dan mekanis dengan gaya hiper-realis. Ia menggabungkan berbagai material, seperti silikon, serat kaca, dan serat plastik ABS, dengan bahan organik seperti rambut dan hewan taksidermi, untuk menciptakan makhluk imajiner yang surealis. 

Patricia Piccinini dan karyanya berjudul The Bond and Cleaner, Dok. Museum MACAN

“Saya sudah lama memiliki impian untuk bekerja sama dengan Museum MACAN, dan tentunya sangat senang dapat membawa pameran yang luar biasa ini ke Jakarta. CARE adalah pameran besar pertama saya di Indonesia, dan Museum MACAN adalah tempat yang tepat untuk pameran ini karena ruangnya yang tidak hanya indah namun MACAN juga memiliki audiens yang beragam,” ujar Patricia Piccinini.

Karya-karyanya sering menggali bentuk baru tubuh dan fisik, menunjukkan betapa kaburnya batas antara yang buatan dan yang alami. Lebih dari itu, karya-karyanya juga ingin menunjukkan gambaran masa depan di mana manusia dan makhluk lain bisa hidup bersama dalam bentuk tubuh yang sama, tidak hanya terbatas pada satu ruang.

Baca juga: https://written.id/seni/rematerialisasi-karet-dalam-bentuk-karya-seni/

SHARE :
WhatsApp
Facebook
Twitter
Email
Artikel Lainnya
Search