Saat banyak orang membahas deretan musisi yang tampil di Coachella 2026, ada satu elemen lain yang tak kalah menarik dari perhelatan ini, yaitu instalasi seni. Tahun ini, program seni publik dihadirkan oleh Public Art Company (PAC) dan dikurasi oleh Raffi Lehrer, bekerja sama dengan Goldenvoice melalui art director Paul Clemente.
Karya-karya yang ditampilkan memiliki skala besar, namun tetap terasa ringan. Banyak yang memanfaatkan material transparan, struktur modular, dan elemen inflatable, serta bermain dengan cahaya sebagai bagian utama dari pengalaman. Instalasi-instalasi ini tersebar di berbagai sudut festival dan dirancang untuk tidak hanya untuk dilihat, tetapi juga diakses dan dirasakan secara langsung oleh pengunjung.
Bukan Dekorasi, Tapi Ruang

Salah satu karya yang paling mencuri perhatian adalah Maze dari Sabine Marcelis. Instalasi ini berbentuk labirin transparan dengan gradasi warna dari kuning pucat hingga merah, terinspirasi dari kontur alami lembah Coachella. Secara visual, karya ini memang kuat dan mudah dikenali. Namun yang membuatnya menonjol adalah cara kerjanya sebagai ruang. Di siang hari, Maze berfungsi sebagai tempat berteduh dari panas gurun, sementara di malam hari ia berubah menjadi struktur bercahaya yang lebih hadir sebagai objek visual. Pengunjung dapat masuk, berjalan mengikuti jalur, lalu berhenti di beberapa titik, menjadikannya bukan sekadar ‘pajangan’ untuk dilihat, tetapi juga untuk digunakan.
Pendekatan serupa terlihat pada Starry Eyes dari Kyriakos Chatziparaskevas. Instalasi ini berbentuk kaktus berukuran besar dengan variasi warna dan ukuran, di mana yang tertinggi mencapai 12 meter. Pengunjung dapat masuk ke dalam struktur ini, menjadikannya salah satu area berteduh yang cukup populer. Saat malam, kumpulan kaktus tersebut berubah menjadi instalasi bercahaya yang juga berfungsi sebagai titik visual di area festival.

Di sisi lain, Visage Brut dari Los Angeles Design Group (TheLADG menghadirkan pendekatan yang lebih industrial. Instalasi ini berbentuk menara modular yang terinspirasi dari material konstruksi. Meski tampilannya cenderung kaku, karya ini justru menampilkan pendar cahaya kehijauan saat malam hari, memberikan kontras yang menarik terhadap lanskap gurun.
Ketika Instalasi Menyempurnakan Pengalaman
Secara keseluruhan, karya-karya ini memiliki kesamaan dalam hal skala dan pendekatan. Ukurannya besar, menyesuaikan dengan karakter Coachella yang dipenuhi panggung megah, namun penggunaan material ringan membuatnya tetap terasa menyatu dengan lingkungan. Selain itu, hampir semua instalasi dirancang untuk berubah dari siang ke malam, sehingga memberikan pengalaman yang berbeda meskipun dilihat berulang kali dalam satu hari.

Dalam konteks ini, instalasi seni di Coachella tidak lagi berfungsi sebagai elemen tambahan. Keberadaannya menjadi bagian dari sistem festival itu sendiri: membantu mengatur pergerakan pengunjung, menyediakan ruang untuk beristirahat, hingga menjadi penanda visual di area yang luas. Perannya mungkin tidak selalu disadari, tetapi cukup signifikan dalam membentuk pengalaman secara keseluruhan.
Melihat cara kerjanya, instalasi-instalasi ini semakin dekat dengan praktik arsitektur, meskipun bersifat sementara. Karya-karya tersebut merespons kondisi lingkungan gurun, memiliki fungsi spasial, dan mempengaruhi cara orang berinteraksi dengan ruang. Hal ini menunjukkan bahwa seni dalam konteks seperti Coachella tidak hanya berfungsi sebagai elemen visual, tetapi juga sebagai sesuatu yang dapat digunakan, dirasakan, dan diingat, sehingga membuat pengalaman menikmati festival musik ini menjadi lebih utuh.