Menuju (Dari) Keseharian

Ruang pamer EDSU House

Seni dapat membawamu ke dunia yang kaya warna dan arti. Di sisi lain, keragaman ini secara estetik bisa diperoleh dari hal sederhana yang bisa didapatkan dari pengalaman sehari-hari yang biasa dilalui. Anggota tubuh yang kerap digunakan, ingatan dari sebuah masa dalam kehidupan, atau benda-benda kecil, yang kerap tak terlihat bahkan, yang banyak membantu dalam kegiatanmu di rumah, di manapun.


Jika kamu tertarik menilik karya-karya seni kontemporer yang secara retrospektif mempertemukan percakapan, eksperimen, dan kolaborasi lintas disiplin, pameran bertajuk Menuju/Dari yang dihadirkan EDSU House bisa menjadi pilihan dalam kunjunganmu ke Yogyakarta dalam waktu dekat ini. Kurasi Mega Nur atas karya seni
terbaru dari Ayurika, Mutiara Riswani, dan Rizki Tilarso, akan membaca ulang hubungan antara diri dan ruang hidup yang saling bertaut dalam berbagai lintasan. Berlangsung dari 18 Juni hingga 2 Agustus 2026, perkembangan praktik artistik ketiga seniman dapat dinikmati dalam suasana hangat khas galeri seni yang satu ini.

Ayurika, Menuju Dari, 2026, Oil on Canvas 50 x 280 CM (set of 4)


Dikenal melalui lukisan raga berparut tanpa selubung, Ayurika kali ini memusatkan perhatiannya pada bagian tubuh yang pertama kali menjejak permukaan. Kaki dihantarkannya sebagai garda depan antara tubuh dan landasan, tumpuan dalam kehidupan sehari-hari. Garis-garis tegas yang tampak pada bagian telapak atau sendi
di tungkai seolah mengingatkanmu akan gurat-gurat kehidupan yang telah dilalui.

Mutiara Riswari, Lenggah, Charcoal on Canvas 240 x 200 CM


Jagad alit yang menekankan hubungan manusia dengan alam semesta dihadirkan oleh Mutiara Riswari melalui ingatan yang berangkat dari arsip foto lawas. Masa lalu dihadirkannya dalam bentuk figuratif-distorsif tanpa kehilangan makna. Penggunaan arang sebagai material utama mempertajam efek hitam putih secara dramatis yang elok dipandang mata.


Melanjutkan perjalanannya sebagai seniman yang meneroka benda sehari-hari, dalam pameran ini Rizki Tilarso menghadirkan rangkaian karya yang tersusun dari kursi, pensil, penjepit, spanram, besi berkarat, hingga komponen otomotif dan kelistrikan. Melalui pertemuan material-material tersebut, ia membangun berbagai tegangan antara yang kokoh dan rapuh. Dimensi yang hadir seakan memperlihatkan ragam kontradiksi
yang kerap ditemukan sehari-hari.

Acara pembukaan pameran Menuju Dari


Tampilnya karya seniman-seniman muda di beragam galeri seni seperti EDSU seolah mempertegas posisi Yogyakarta sebagai salah satu poros utama perkembangan seni kontemporer di Indonesia, sementara keragaman karya yang ada memperlihatkan kekayaan khazanah budaya nusantara. Penyelenggaraannya yang bertepatan dengan bulan madu seni setiap pertengahan tahun di kota ini memberikan irama tersendiri bagi seniman yang bisa membaca zaman. Keberadaan ruang kontemplasi yang tidak mengintimidasi juga telah menjamin keberlanjutan regenerasi penikmat maupun perupa itu sendiri.

SHARE :
WhatsApp
Facebook
Twitter
Email
Artikel Lainnya