Film Terbaru Tentang Nike Air Jordan

Arinta Wirasto

Siapa di sini yang tidak mengenal Air Jordan? Sneakers hasil kolaborasi antara brand olahraga dengan logo centang dan salah satu pemain basket paling legendaris sepanjang masa, Michael Jordan. Awalnya, sepatu yang dirilis perdana pada tahun 1986 ini diproduksi secara eksklusif untuk Michael Jordan pada tahun keduanya di klub Chicago Bulls. Setelah meraup tingginya animo, Nike mengeluarkan penawaran-penawaran Air Jordan lainnya untuk dijual secara komersil hingga meraih status kultus di kalangan pencinta sneaker.

Bagi para sneakerhead yang lahir di era Milenium—ketika kemitraan antara tokoh ternama dengan suatu brand kerap terjadi—mungkin Air Jordan dilihat sebagai strategi pemasaran semata. Sejatinya, banyak kepelikan dan dinamik yang mengelilingi kolaborasi tersebut.

Lebih dari dua dekade sejak kemunculannya untuk pertama kali, industri kreatif berlomba-lomba menyampaikan hasil riset dan interpretasi mereka terhadap salah satu saga yang paling disoroti di ranah olahraga ini. Sejumlah dokumenter pun bermunculan untuk menuturkan kisah Air Jordan sebagai salah satu simbol urban. Cerita ini dituturkan dari perspektif berbeda-beda, mulai dari sisi riset, segi kapitalisme, hingga menitikberatkannya pada Michael Jordan sendiri.

Beberapa di antaranya adalah Unbanned (2018) garapan Dexton Deboree, One Man and His Shoes (2020) besutan sutradara asal Inggris, Yemi Bamiro, film Air Force 1: Documentary rilisan situs resmi Nike, miniseri The Last Dance (2021) karya Jason Hehir. Kini cikal bakal dan lintas terjang Air Jordan kembali dituturkan dalam medium visual, yaitu film berjudul AIR: Courting A Legend.

Sebelum menonton film yang akan dirilis bulan April mendatang ini, tak ada salahnya mempelajari sedikit riwayat tentang Air Jordan dan perincian karakter dalam film Nike Air Jordan Terbaru ini. Yuk, ikuti Written menyusuri sepanjang jalan kenangan!

LINI MASA NIKE AIR JORDAN

Salah satu fakta menarik tentang Jordan 1 Royal, sneakers tersebut pernah dilarang untuk unjuk pada ajang liga NBA kendati warna merah dan hitam yang diusungnya tidak sesuai dengan peraturan seragam yang telah ditetapkan. Namun Michael Jordan tetap bersikeras untuk memakai sang sneakers hingga mendapatkan denda sejumlah $5,000 untuk setiap permainan di liga tersebut. Menariknya, hal tersebut dilihat sebagai peluang marketing nan menguntungkan, sehingga denda tersebut tetap dibayarkan penuh oleh Nike. Sepatu ini didesain oleh Peter B. Moore, Creative Director Nike dari periode ’70-an hingga akhir ’90-an. Tak berhenti sampai di situ, signifikansi Air Jordan terus bergulir hingga membentuk suatu revolusi terhadap sepatu olahraga.

Michael Jordan dan Sepatu Royal Air Jordan 1
Air Jordan Royal 1 Orisinal

Awal tahun ’90-an menandai kepergian tiga pemegang peran penting yang berjasa melambungkan nama Nike secara drastis memutuskan untuk meninggalkan perusahaan tersebut. Mereka adalah Vice President Nike Rob Strasser; Creative Director Peter Moore; dan Eksekutif Pemasaran Sonny Vacaro. Ketiganya bermigrasi ke pesaing terbesar sang brand, yaitu Adidas. Kepindahan ini pun memicu terjadinya perang sneakers yang terbilang cukup besar antara keduanya.

Logo basket dan sayap orisinal Air Jordan karya Peter Moore
Logo Jumpman khas Nike Air Jordan karya Peter Moore

FILM AIR (2023)

Film ini dituturkan dari sudut pandang Sonny Vaccaro (Matt Damon)—eksekutif pemasaran di balik keterlibatan Michael Jordan dengan Nike—sebagai karakter sentral. Karakter Sonny begitu penting kendati upaya besar menggaet Michael Jordan hingga mau bekerjasama dengan Nike yang masih dinilai sebagai underdog jika disandingkan dengan brand olahraga lain seperti Adidas dan Converse. Disutradarai oleh Ben Affleck, bukanlah kejutan jika ia memilih sahabatnya tersebut untuk turut berperan dalam film ini. Selain bersahabat, keduanya pun acap kali terlibat dalam titel dan produksi film yang sama. Ben Affleck sendiri turut membintangi film ini sebagai Phil Knight, Co-Founder Nike. Meskipun menjadi salah tau nama paling terkenal di film ini, alur cerita yang disoroti adalah perjuangan Phil untuk melebarkan sayap Nike ke dunia olahraga bola keranjang (basket).

Tokoh lain yang disoroti dalam film ini adalah Direktur Pemasaran Nike Rob Strasser (Jason Bateman) Direktur Pemasaran Nike yang bekerja secara tandem dengan Peter Moore untuk membangun Nike menjadi perusahaan olahraga raksasa yang dikenal publik hari ini. Selanjutnya tentu saja Creative Director Nike, Peter Moore (Matthew Maher) yang berjasa mengkreasikan Nike Air Jordan Royal 1. Selain sang sepatu, Peter turut berjasa menciptakan logo bola basket dan sayap khas Air Jordan, logo Jumpman, serta logo pegunungan Adidas menyusul kepindahannya ke brand pesaing tersebut.

Sosok agen Michael Jordan David Falk (Chris Messina) turut disoroti berkat kemampuan negosiasinya yang andal untuk melanjutkan produksi Air Jordan menjadi lini permanen Nike. Selain Michael Jordan, David Falk juga merepresentasikan pebasket profesional tersohor lain pada masanya seperti Reggie Miller dan Patrick Ewing. Ia merupakan nama di balik FAME, agensi representasi terbesar yang kemudian dijual ke suatu grup hiburan terbesar senilai $100 million.

Sosok Michael Jordan sendiri tidak akan disoroti pada film ini. Namun ibu dari legenda basket berusia 60 tahun tersebut akan unjuk tampil sebagai cameo, meski tidak membintangi dirinya sendiri dalam film tersebut. Sosok Deloris Jordan pada film ini dimainkan oleh Viola Davis, aktris kawakan dengan portofolio menawan yang mengantarkannya pada berbagai nominasi Oscar. Karakter lain yang disoroti adalah Howard White (Chris Tucker) selaku representatif lapangan Michael Jordan, serta anak pendiri Adidas Horst Dassler (Gustaf Skarsgård).

Alur film akan berputar sekitar proses untuk melibatkan Michael dengan Nike dalam endorsement deal ikonis tersebut dan persaingan antara sang brand dengan Adidas. Ini adalah cikal bakal dari kolaborasi-kolaborasi legendaris antara brand olahraga dan atlet tersohor di masa mendatang.

Berikut cuplikan dari film AIR untuk meningkatkan antusiasme kamu menjelang bulan April mendatang!

SHARE :
WhatsApp
Facebook
Twitter
Email
Artikel Lainnya