Seluk-Beluk Karya Seni Tiga Dimensi

19 June 2020

Stella Mailoa

Apa gambar pertama yang langsung muncul di bayangan kamu begitu mendengar kata “karya seni”? Lukisan atau patung? Atau mungkin malah teringat pertunjukan teater musikal atau orkestra? Seperti yang disebut di artikel Written lain yang membahas tentang Pengertian Seni Rupa, seni rupa dapat dibagi ke dalam dua kategori berdasarkan wujudnya. Ada yang disebut karya seni dua dimensi dan ada yang termasuk sebagai karya seni tiga dimensi. 

Artikel Written ini akan membahas lebih lengkap tentang karya seni tiga dimensi mulai dari pengertiannya, unsur-unsur pembentuknya, teknik, jenis, dan cara terbaik menampilkan karya tiga dimensi.

1. Pengertian Karya Tiga Dimensi

Ya, sedikit banyak sama dengan pelajaran matematika SD, karya tiga dimensi dapat diartikan sebagai karya seni yang memiliki tiga jenis dimensi yaitu: panjang, tinggi, dan kedalaman. Sifatnya ini juga berarti kita dapat menikmati karya seni tiga dimensi dari berbagai arah, tidak hanya dari satu sisi seperti pada karya dua dimensi. Perbedaan lain dari karya dua dimensi yang dapat kita rasakan langsung juga adalah, kita dapat merasakan karya tiga dimensi secara fisik, bahkan ada juga yang dapat kita masuki. 

Karya seni tiga dimensi dapat berbentuk geometris yang sudah kita kenal bersama, atau bentuk organik. 

2. Unsur-Unsur Karya Tiga Dimensi

Seperti yang Written sudah jabarkan pada artikel Pengertian Seni, terdapat tujuh elemen dasar dalam sebuah karya seni. Tapi tidak semuanya dapat diaplikasikan pada karya tiga dimensi. Apa saja?

  • Warna

Tiga unsur warna: warna itu sendiri, kadar terang dan gelap ketika bercampur warna putih dan hitam, serta intensitas tingkat kecerahan dan kemurnian warna. 

  • Wujud

Wujud yang dimaksud dapat berupa geometris atau organik.

  • Garis

Tanda di atas sebuah permukaan yang memiliki awal dan akhir, dan menciptakan ruang dalam prosesnya.

  • Ruang

Area di antara, di sekitar, di atas, di bawah, atau di dalam elemen lain. Ruang dapat membentuk kedalaman (latar belakang, tengah, dan depan). Ruang negatif adalah area kosong, sementara ruang positif adalah area yang diisi elemen lain.

  • Tekstur

Elemen yang menentukan komposisi elemen lain yang dapat terasa, atau terlihat seolah-olah akan terasa jika disentuh.

  • Nilai

Nilai sebuah karya seni dapat ditentukan oleh berbagai faktor, termasuk oleh elemen lainnya yang disebutkan di atas.

3. Teknik Pembuatan

Foto: shutterstock.com

Ada beragam teknik dalam proses pembuatan sebuah karya seni. Berikut empat di antaranya:

  • Carving (Memahat)

Teknik ini paling sering kita temui di seni patung. Dengan teknik memahat, seorang seniman membentuk karya dengan cara membuang bagian-bagian tertentu dari sebuah material, seperti sebatang kayu atau sebongkah batu.

  • Casting (Cor)

Pernah melihat proses pembuatan beton sebuah gedung? Adukan campuran tertentu dituang ke dalam sebuah cetakan sesuai bentuk yang diinginkan, kemudian ditunggu sampai mengering. Teknik ini sudah digunakan selama lebih dari 5.000 tahun. 

  • Modeling (Membuat model)

Para seniman kerap menggunakan metode ini untuk membentuk cetakan cor. Material yang dipakai biasanya berupa material lembek seperti tanah liat. Material ini kemudian didorong, dicubit, dibentuk, dan lain-lain sesuai keinginan. 

  • Construction (Merakit)

Teknik ini menggunakan objek-objek yang ditemukan atau dibuat khusus untuk membentuk sebuah karya. Karya arsitektur misalnya, dibuat dengan teknik ini.

4. Jenis Karya Tiga Dimensi

Dilihat dari pembagian seni murni dan seni terapan, jenis-jenis karya seni tiga dimensional termasuk tapi tidak terbatas pada:

  1. Sculpture (Seni Patung)
  2. Seni Kriya
  3. Keramik
  4. Seni Pertunjukan
  5. Seni Instalasi
  6. Arsitektur
  7. Desain Produk

5. Cara Menampilkan

Foto: shutterstock.com
  1. Sisi Spesial

Walaupun karya seni tiga dimensi dapat dilihat dari berbagai sisi, tapi tidak berarti semua sisinya spesial. Kita harus mencari tahu bagian spesial yang menjadi pusat perhatian, dan memastikan penikmat karya seni dapat melihat bagian itu.

  1. Sudut Pandang Penonton

Karya seni dipajang atau ditampilkan tentunya biar diapresiasi penonton, bukan? Sudut pandang penonton sangat penting untuk dipikirkan. Memikirkan bagian mana dari sebuah patung yang dilihat pertama jika dinikmati sambil berdiri, misalnya.

  1. Posisi dan Tata Cahaya

Sebuah pertunjukan tari tentu saja akan terasa berbeda jika dinikmati dalam keadaan lampu ruangan menyala seluruhnya, dengan tata cahaya apik yang hanya terdapat di panggung.

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on email

Artikel Lainnya