Editor’s Pick: Chichu Art Museum, Jepang

11 August 2020

Verra Aulia

Sudah mulai kangen liburan? Sabar, stay di rumah dulu sambil berlibur bareng Written. Kali ini kami akan mengajak kalian ke salah satu museum yang wajib dikunjungi yakni Chichu Art Museum. Lokasinya ada di Pulau Naoshima, Jepang. Kamu bisa menyeberang naik kapal penumpang atau ferry dari Uno selama 15 sampai 20 menit untuk sampai di pulau ini. Ribet? Ya kalau berpikir menarik koper lalu menaikkannya sendiri ke kapal memang lumayan PR. Tapi ini Jepang, jadi semua sudah diatur agar penumpang merasa senyaman mungkin. Percaya deh, semua usaha akan terbayar lunas sejak kamu melihat keindahan laut yang dilalui kapal. Terlebih saat sampai di pulau, enggak ada satu sisi pun dari Naoshima yang akan bikin kamu kecewa. Terutama dari sisi seni dan arsitekturnya.

Penasaran kenapa Written bilang Chichu adalah museum yang wajib dikunjungi? Chichu sendiri memang hanya satu dari sekian banyak museum yang berdiri di Pulau Naoshima. Tapi juga salah satu yang terbaik. Di dalamnya ada karya Claude Monet, James Turrell, dan Walter de Maria yang tertata dengan indah di dalam bangunan artsy karya Tadao Ando (arsitek pemenang penghargaan Pritzker). Ciri dari karya Tadao Ando adalah dinding dan konstruksi dari beton ekspos tanpa finishing yang ternyata ketika digabungkan dengan suasana yang tepat malah menjadi lebih indah dan menguras emosi. Bukan cuma bikin merinding, tapi kamu bisa benar-benar meneteskan air mata. Sudah siap melihat sekelumit isi dari museum ini?

Arsitektur

Kehabisan kata-kata, sempurna, mungkin hanya itu yang bisa mewakili bentuk arsitektur Chichu. Hampir semua sisi bangunan dibangun di bawah tanah agar tidak merusak pemandangan menawan Seto Inland Sea yang bisa dilihat dengan jelas dari sisi Chichu yang terbuka. Arsiteknya sangat memikirkan bagaimana membangun konstruksi yang bisa semakin mempercantik lingkungan di sekitarnya. Salah satu yang paling menarik di sini adalah cara Tadao membiarkan natural light menyinari beberapa bagian museum secara dramatis. Rasanya seperti ia sudah mengetahui seperti apa nanti sinar akan jatuh di titik tersebut sebelum bangunan dibuat.

Arsitektur karya Tadao Ando

Claude Monet

Ruangan paling emosional, di dalamnya ada 5 karya gigantis Monet bertema Water Lilies yang bisa dipandang berlama-lama. Semua bagian ruangan berwarna putih kecuali lukisan di depan mata. Termasuk lantai dari material keramik mozaik berbentuk kotak-kotak kecil yang terlihat berbaris rapi dan bersih. Untuk memasuki ruangan ini kita harus membuka sepatu dan memakai sandal ruangan yang disediakan museum. Orang yang bisa masuk juga dibatasi setiap kali, agar tidak mengurangi khidmatnya setiap langkah memasuki ruangan ini.

Ruangan untuk men-display karya Claude Monet. Dok. Behance.net

Walter de Maria

Cahaya natural dari atas membuat ruangan ini semakin dramatis sampai rasanya sulit meninggalkannya. Di tengah barisan tangga menawan ada bola besar berwarna hitam yang menjadi primadona. Tapi tidak, tak akan terlihat seapik itu tanpa 27 buah wooden geometric forms yang berada di sekelilingnya. Belum lagi dinding unfinished yang terlihat sangat kokoh menjaganya. Di waktu yang berbeda, kamu akan melihat bayangan yang berbeda juga, sehingga mempengaruhi suasana dalam ruangan.

Walter de Maria

James Turrell

Sulit untuk dijelaskan, tapi ruangan ini bisa membuat kamu merasakan halusinasi. Sebenarnya di dalam ruangan ini ada tiga karya James yang mewakili setiap momen penting dalam kariernya. Semuanya bertema utama cahaya yang bisa mengubah suasana dan cara kita memandang hal di sekitar.

James Turrell

Selain tiga karya seniman besar di atas, kamu juga tak akan henti-hentinya kagum pada karya yang terbesar, the building itself. Rasanya pergi ke sisi manapun hanya bisa menahan tangis. “Non-monumental but highly architectural”, begitu cara Benesse Art Site menggambarkan Chichu. Bahkan hingga ke masuk ke café dan taman di sekitarnya pun, perasaan ini tak kunjung hilang.

Café di Chichu Art Museum

Semoga setelah pandemi berakhir kita punya kesempatan mengunjungi museum ini ya. Jangan lupa tulis Chichu Art Museum di bucket list kamu biar enggak lupa. See you there!

Taman yang terinspirasi dari karya Claude Monet

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on email

Artikel Lainnya