Eksplorasi seni & budaya Nusantara lewat instalasi kapal kardus daur ulang skala 1:1.

Di tengah bentang atrium kaca Pacific Place Mall yang serba mengilap, hadir sebuah objek yang kontras secara tekstur dan skala. Sebuah kapal Pinisi berdiri dalam ukuran 12 × 6 meter. Namun, alih-alih memakai kayu ulin khas pesisir Sulawesi, seluruh badan hingga layar kapal ini dirangkai dari 1.000 lebih lembar kardus 100% serat daur ulang.

Kapal dengan skala asli ini merupakan bagian dari eksibisi bertajuk Pinisi Nusantara yang digagas oleh Dus Duk Duk berkolaborasi dengan seniman visual Erika Richardo. Pameran ini diselenggarakan mulai 14 Agustus hingga 4 September 2026, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Proyek ini memadukan kemampuan konstruksi paper-craft tingkat lanjut dengan narasi visual kontemporer.

Kapal Pinisi kolaborasi Dus Duk Duk dengan Erika Richardo.

Struktur Kardus dan Narasi Visual

Secara arsitektural, pengolahan material kardus daur ulang oleh Dus Duk Duk memperlihatkan eksplorasi batas beban dan bentuk. Sambungan modular serta presisi lipatan pada hull (lambung) dan tiang layar membuktikan bahwa material taktis yang biasa berakhir di tempat sampah mampu menopang struktur makro yang presisi.

"Pinisi Nusantara menjadi bukti bahwa material sederhana seperti kardus dapat memiliki potensi yang luar biasa ketika dipertemukan dengan kreativitas dan kolaborasi," ungkap Arif Susanto, Founder dan CEO Dus Duk Duk.

Di sisi lain, Erika Richardo memperlakukan seluruh permukaan lambung kapal yang bertekstur sebagai kanvas datar. Erika mengeksekusi lukisan yang membaca peta kebudayaan Indonesia dari timur ke barat.

Erika Richardo dan Arif Susanto.

Kami memilih Pinisi ini untuk dibuatkan lukisan yang sebenarnya bisa dilihat sesuai dengan letak peta Indonesia," terang Erika.

Sapuan visual pada lambung kapal bergerak runut, dimulai dari representasi alam Papua di sisi kanan hingga kekayaan tradisi Pulau Sumatra di sisi kiri.

Skala Kebudayaan dan Interaksi Publik

Ini menjadi kolaborasi kedua bagi Dus Duk Duk dan Erika. Setelah sukses merakit replika Airbus A320 skala 1:10 dari material serupa pada 2025 lalu, keputusan melompat ke skala 1:1 pada objek budaya maritim ini menuntut kalkulasi teknis yang jauh lebih rumit.

Kapal Pinisi di atrium Pacific Place.

Peresmian instalasi ini turut dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, serta Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini.

Pendekatan pameran ini tidak dibuat jarak jauh. Pengunjung diajak berinteraksi lewat sesi Live Painting hingga workshop perakitan miniatur kapal kardus untuk keluarga. Selain itu, gagasan sustainability proyek ini diteruskan ke lapangan melalui penanaman 525 bibit mangrove di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, lewat kampanye #HarmoniBagiBumi