Apa kamu termasuk pengagum perhiasan, sebut saja seperti label mewah Cartier?
Well, you’re in luck. Pameran Cartier, merek mewah asal Prancis, akan segera meresmikan pameran perhiasan terbesar di Melbourne, Australia. Sayangnya, kamu tidak akan menemukan benda koleksi Cartier yang berulang kali diunggah di media sosial seperti jam tangan Cartier Tank Must, atau Cartier LOVE Bracelet di sini.
Pameran yang berlangsung di National Gallery of Victoria dari tanggal 12 Juni – 4 Oktober 2026 ini menawarkan kilau perhiasan yang jauh lebih legendaris. Pameran yang menjadi bagian dari seri Melbourne Winter Masterpieces ini akan menghadirkan lebih dari 300 objek seni. Mulai dari tiara bertakhta berlian, kalung, bros, precious stones, hingga jam tangan ikonis, yang dipinjam langsung dari Victoria & Albert Museum di London.
Magnet Para Kolektor
Bukan sekadar pameran perhiasan biasa. Pameran terbesar Cartier yang menjadi bagian dari Melbourne Winter Masterpieces ini juga turut menceritakan sejarah yang memetakan evolusi Cartier. Terutama bagaimana Cartier bisa menjadi salah satu household name di industri mode di bawah kepemimpinan Louis, Pierre, dan Jacques Cartier.
Teruntuk kamu yang ingin berkunjung dari Indonesia, jadikan momen ini sebagai momen berlibur bersama keluarga dan teman. Rekomendasi Written adalah untuk merencanakan kedatangan di pertengahan tahun, sekitar bulan Juni-Juli. Sekalian merasakan musim dingin di Melbourne.
Jangan Sampai Terlewat!
Di sini, kamu akan dibawa kembali ke era para bangsawan dan selebriti terkenal. Sebut saja Elizabeth Taylor, Clementine Churchill, Duchess of Windsor, Princess Margaret, Duchess of Manchester, sampai penyanyi, entrepreneur, beauty mogul, sekaligus seorang Ibu, Rihanna.

Nils Herrmann, Collection Cartier © Cartier
Scroll Tiara
Mahkota megah yang pernah dikenakan oleh Countess of Essex, Clementine Churchill, di penobatan Queen Elizabeth II tahun 1902. Dan juga pernah dikenakan oleh Rihanna saat ia menjadi cover star majalah W.
Error: No feed found.
Please go to the Instagram Feed settings page to create a feed.
Kalung Delima

Kalung Delima milik Elizabeth Taylor yang diberikan oleh suami sang aktris, bernama Mike Todd. Pasangan ketiga perempuan berdarah Inggris dan Amerika ini juga merupakan seorang produser film. Ruby-studded necklace yang pernah ia sebut sebagai “Si Api Merah” ini menampilkan tujuh batu delima Burma. Dirancang dengan gaya geometris, tidak mungkin ini terlewat dari pandanganmu.

Rose Clip Brooch

Nah, ini dia salah satu primadona pameran perhiasan terbesar di Australia! Bros mawar berlian yang “pelik”. Baik sejarah dan juga bentuknya. Pertama, karena dikenakan oleh Princess Margaret saat upacara penobatan kakaknya di tahun 1953. Siapa lagi kalau bukan Ratu Elizabeth II, pemimpin terlama dalam sejarah monarki Inggris. Tepatnya tujuh dekade.

Lalu kemudian, karena ini bros ini juga merupakan koleksi dari Wallis Simpson, the Duchess of Windsor. Yang juga merupakan mantan istri dari Raja Edward VIII. Perempuan yang namanya “terkenal” di monarki Inggris, dan juga kamu yang menonton seri The Crown di Netflix, juga memiliki Flamingo brooch. Salah satu piece paling berani yang pernah diciptakan Cartier karena taburan permata penuh warna.

Selain itu, bros Flamingo ini juga memiliki salah satu ciri khas Cartier, yaitu Monture Cartier clasp. Tipe clasp ini sering ditemukan di perhiasan antik dan juga vintage yang dibuat oleh House of Cartier. Seringnya, signature ini sering menjadi incaran para kolektor dan sering muncul di rumah lelang seni seperti Sotheby’s dan Christie’s.
Inovasi Jeanne Toissaint
“That’s the Toussaint diamond,” sebuah line dari film Ocean’s 8. Diucapkan oleh Amita yang diperankan oleh Mindy Kaling. Sebuah film mengenai heist akan Kalung Jeanne Toussaint yang terinspirasi dari kalung Maharaja Nawanagar tahun 1931.
Jeanne Toussaint adalah sosok perempuan legendaris yang menjabat sebagai Creative Director Cartier dari tahun 1933 hingga 1970. Ialah yang memegang peran besar di balik terkenalnya motif Panther yang menjadi simbol keberanian, sekaligus keeleganan Cartier.
Pameran ini adalah sebuah ode besar dari tiga adik beradik Cartier, terhadap usaha perhiasan sang kakek yang dibangun di tahun 1847, menjadi salah satu rumah perhiasan internasional paling bergengsi saat ini.
Last But Never The Least
Selain kilau dan nilai sejarah, pameran ini memperlihatkan keahlian craftsmanship level dewa. Sebut saja Tutti Frutti. Gaya perhiasan signature Cartier yang memadukan ukiran batu safir, rubi, dan zamrud dalam harmoni warna yang eksotis.

Siapkan waktu 1,5 hingga 2,5 jam untuk menikmati pameran ini. Nikmati atmosfer ciptaan Studio Sabine Marcelis dan CLOUD, yang menampilkan lebih dari 300 perhiasan ini, terasa nyaman. Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi situs resminya.