Melihat Keindahan Aman Residences di Indonesia

Kalau bicara soal luxury hospitality, rasanya sulit melewatkan nama Aman. Selama lebih dari tiga dekade, Aman dikenal lewat koleksi hotel dan resornya yang menawarkan pengalaman menginap dengan cara yang berbeda. Bukan kemewahan yang tampil serba modern, melainkan lewat suasana yang tenang, pelayanan yang terasa begitu personal, serta desain bangunan yang selalu menghormati karakter tempat di mana setiap propertinya hadir.

Perjalanan Aman sendiri dimulai pada 1988 melalui Amanpuri di Phuket, Thailand. Berasal dari kata Sanskerta yang berarti peace, nama Aman mencerminkan filosofi yang terus dipegang hingga sekarang. Dari satu resor di Thailand, Aman berkembang menjadi jaringan yang mencakup 35 hotel, resor, dan branded residences di lebih dari 20 destinasi di seluruh dunia.

Amanpuri di Phuket, Thailand. Sumber: Aman Group

Indonesia menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut melalui dua proyek residensial eksklusif, yaitu Amankila Residences di Bali dan Amanjiwo Residences di Jawa Tengah. Meski berada di dua wilayah dengan lanskap dan budaya yang berbeda, keduanya dibangun dengan pendekatan yang sama. Setiap hunian dirancang untuk mencerminkan identitas destinasinya, sehingga pengalaman tinggal tidak hanya menawarkan kemewahan, tetapi juga kedekatan dengan alam, budaya, dan karakter lokal yang mengelilinginya.

Amankila Residences di Bali

Kalau mendengar nama Bali, kebanyakan orang mungkin langsung membayangkan Seminyak, Canggu, atau Ubud. Padahal, Bali punya banyak sisi lain yang tak kalah menarik. Di bagian timur pulau ini, tepatnya di Karangasem, suasananya masih terasa lebih tenang. Hamparan perbukitan bertemu dengan Selat Lombok, sementara Gunung Agung berdiri megah di kejauhan yang menjadi rumah bagi Amankila.

Hanya ada sebelas vila privat yang dibangun di kawasan ini. Alih-alih mengubah karakter alam di sekitarnya, setiap hunian justru dirancang mengikuti lanskap Karangasem. Inspirasinya datang dari arsitektur khas Amankila dan filosofi masyarakat Bali yang memandang alam sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Pemandangan Amankila Residence di Bali. Sumber: Aman Group

Teras terbuka, infinity pool, taman tropis, hingga ruang-ruang yang saling terhubung membuat batas antara area dalam dan luar rumah terasa semakin tipis. Dari berbagai sudut, penghuni bisa menikmati pemandangan Selat Lombok dan Gunung Agung tanpa halangan, seolah lanskap di sekitarnya menjadi bagian dari rumah itu sendiri.

Amanjiwo Residences di Jawa Tengah

Berbeda dengan Bali Timur yang akrab dengan pemandangan laut, Aman memilih lanskap yang sama sekali berbeda untuk proyek residensialnya di Jawa Tengah. Di Perbukitan Menoreh, dengan Candi Borobudur yang berdiri megah di kejauhan, Aman Residences, Amanjiwo menghadirkan empat vila privat. Jumlahnya memang sedikit, tetapi justru di situlah letak eksklusivitasnya.

Pemandangan Amanjiwo Residence di Jawa Tengah. Sumber: Aman Group

Setiap vila mengambil inspirasi dari arsitektur ikonis Amanjiwo yang sejak awal dirancang sebagai penghormatan terhadap Borobudur. Material batu kapur, bentuk bangunan yang sederhana namun monumental, serta sentuhan budaya Jawa membuat setiap ruang terasa memiliki keterkaitan dengan sejarah dan alam di sekitarnya. Tinggal di sini bukan hanya soal menikmati pemandangan Borobudur dari kejauhan, tetapi juga merasakan kedekatan dengan salah satu lanskap budaya paling bersejarah di Indonesia.

Melalui Amankila dan Amanjiwo, Aman menunjukkan bahwa hunian mewah tidak selalu harus mengusung konsep loud luxury. Jika banyak hunian premium berlomba menghadirkan desain yang modern, futuristik, dan penuh statement, kini semakin banyak orang justru mencari tempat yang memiliki hubungan dengan alam, budaya, dan karakter lokal. Itulah yang menjadi konsep utama dari setiap Aman Residences, di mana setiap proyek dirancang mengikuti identitas destinasinya.

Aman berencana melanjutkan pendekatan serupa melalui sejumlah proyek Aman Residences di Asia, termasuk di Singapura. Dengan tetap menjadikan budaya, lanskap, dan karakter lokal sebagai titik awal perancangannya, setiap hunian diharapkan memiliki identitas yang berbeda,

SHARE :
WhatsApp
Facebook
Twitter
Email
Artikel Lainnya