Ada banyak hal yang tertinggal setelah sebuah hubungan berubah atau berakhir. Bukan selalu peristiwa besar, melainkan hal-hal kecil yang sulit dijelaskan, seperti kebiasaan yang masih terbawa, percakapan yang sesekali teringat, atau perasaan yang muncul kembali saat melihat sesuatu yang familiar. Pengalaman-pengalaman seperti inilah yang menjadi benang merah dalam Through Reverie: Love and Memory, pameran duo-solo yang mempertemukan seniman Indonesia Clasutta dan seniman Malaysia C.K. Koh di Whitestone Gallery Singapore.

Berlangsung dari 9 Mei 2026, pameran ini menghadirkan dua pendekatan yang berbeda dalam melihat hubungan antara memori dan pengalaman personal. Meski berangkat dari latar dan medium yang berbeda, keduanya sama-sama menyoroti bagaimana manusia menyimpan, mengingat, dan memaknai kembali berbagai pengalaman emosional yang pernah mereka lalui.
Bagian utama pameran menampilkan Roommates?, presentasi solo terbaru dari Clasutta. Seniman berbasis Jakarta ini dikenal melalui karakter-karakter ekspresif yang sering muncul dalam karya-karyanya. Sekilas, visual yang ia hadirkan terasa ringan, lucu, bahkan menggemaskan. Namun ketika diamati lebih lama, muncul berbagai lapisan emosi yang lebih kompleks, mulai dari rasa cemas, kerentanan, hingga absurditas yang sering hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam Roommates?, Clasutta mengangkat dinamika yang muncul di dalam sebuah hubungan. Karya-karyanya berbicara tentang bagaimana kedekatan terbentuk bukan hanya melalui momen-momen romantis, tetapi juga melalui rutinitas, kompromi, kesalahpahaman, dan berbagai hal kecil yang perlahan menjadi bagian dari keseharian.
Alih-alih menghadirkan cerita yang jelas dan linear, Clasutta membiarkan penonton menemukan pengalaman mereka sendiri di dalam karya-karyanya. Banyak situasi yang terasa familiar, seolah mengingatkan pada pengalaman yang pernah dialami tetapi sulit diungkapkan dengan kata-kata. Di sinilah kekuatan karyanya bekerja. Ia menghadirkan sesuatu yang terasa dekat sekaligus sedikit mengusik.

Sementara itu, C.K. Koh menghadirkan Folded Glimpses, sebuah presentasi yang berangkat dari arsip fotografi pribadinya. Melalui karya-karya ini, seniman asal Malaysia tersebut mengeksplorasi bagaimana ingatan terus berubah seiring waktu. Momen-momen yang awalnya tampak biasa dapat memiliki makna baru ketika dilihat kembali dari jarak tertentu.
Figur Box Boy yang berulang kali muncul dalam karyanya menjadi semacam pendamping yang menuntun penonton menyusuri berbagai fragmen memori tersebut. Kehadiran karakter ini menciptakan rasa kontinuitas di tengah berbagai adegan dan pengalaman yang berbeda, sekaligus mengingatkan bahwa hubungan manusia dengan masa lalu selalu bersifat dinamis.

Melalui karya Clasutta dan C.K. Koh, Through Reverie: Love and Memory tidak berusaha memberikan jawaban tentang cinta atau memori. Sebaliknya, pameran ini menawarkan ruang untuk mengingat, merenung, dan mungkin menemukan kembali bagian-bagian kecil dari pengalaman diri sendiri. Sebab sering kali, hal-hal yang paling membekas dalam hidup bukanlah yang paling besar, melainkan yang terus tinggal diam-diam di dalam ingatan.
Pameran ini dapat dikunjungi hingga 28 Juni 2026 di Whitestone Gallery Singapore, dengan hari tutup setiap Senin dan hari libur nasional.