Art Jakarta Papers telah usai digelar pada bulan Februari lalu. Pameran ini sukses menghadirkan berbagai eksplorasi medium kertas dalam beragam pendekatan artistik. Berbeda dari pameran seni pada umumnya, Art Jakarta Papers secara khusus menyoroti praktik artistik yang menjadikan kertas sebagai medium utama, baik sebagai permukaan, bahan struktural, maupun elemen konseptual.
Selama beberapa hari penyelenggaraannya di City Hall, Pondok Indah Mall 3, pameran ini menampilkan beragam pendekatan terhadap medium kertas yang jauh melampaui fungsi konvensionalnya. Tidak sedikit karya yang secara visual bahkan tampak seperti terbuat dari material lain, mulai dari tekstil hingga objek tiga dimensi. Kertas diolah, dipotong, disusun, bahkan dibentuk menjadi struktur yang kompleks. Sebagai napak tilas dari beragam karya yang ditampilkan, berikut beberapa karya dari tujuh seniman yang menarik perhatian Written karena pendekatan material dan visualnya yang unik.
Kitikong Tilokwattanotai

Melalui seri kolase The Hare and The Tortoise, Kitikong Tilokwattanotai menafsirkan ulang dongeng klasik Aesop sebagai metafora bagi kehidupan kontemporer yang penuh ketidakpastian. Alih alih mengikuti alur cerita yang linear, karya ini menghubungkan cerita tersebut dengan mekanisme permainan Ular Tangga, sebuah permainan yang penuh dengan kenaikan mendadak, penurunan tiba tiba, serta perubahan yang kerap dipengaruhi oleh keberuntungan.
Dadang Rukmana

Dalam karya Portrait of Miryam as Adhesi, Dadang Rukmana menghadirkan potret figur perempuan melalui medium cat air di atas kertas Arches Aquarelle 300 gsm. Jenis kertas ini dikenal luas dalam praktik watercolor karena mampu menahan air dan pigmen dengan baik, sehingga memungkinkan gradasi warna yang halus serta lapisan yang transparan.
Sapuan cat air yang lembut membangun karakter visual yang intim sekaligus ekspresif. Judul “Adhesi” dapat dimaknai sebagai metafora tentang keterikatan atau hubungan yang melekat pada identitas seseorang, baik secara emosional maupun sosial. Melalui pendekatan ini, kertas berfungsi sebagai ruang yang menampung gestur spontan sekaligus sensitivitas medium cat air.
Abell Octovan

Sekilas, karya ini tampak seperti selembar handuk yang digantung. Namun ketika diamati lebih dekat, material yang digunakan ternyata merupakan kombinasi lembar kertas, bubur kertas, tekstil, serta plastik.
Pendekatan ini menunjukkan bagaimana kertas dapat berubah menjadi objek yang menyerupai benda sehari hari. Dalam The Ritual, bentuk yang sederhana namun ambigu menghadirkan pengalaman visual yang menarik, karena penonton tidak langsung menyadari bahwa material utama yang digunakan adalah kertas.
Wok The Rock

Melalui karya Seni Dalam Sekam, Wok The Rock menggunakan teknik screenprint di atas kertas yang kemudian dikemas oleh Stockroom. Presentasi karya ini menyerupai sebuah amplop bubble mailer yang sering ditemui dalam keseharian, menghadirkan bentuk yang terasa akrab sekaligus tidak terduga dalam konteks pameran seni.
Judulnya merujuk pada idiom “api dalam sekam”, sebuah ungkapan yang menggambarkan sesuatu yang tersembunyi namun menyimpan potensi besar. Melalui pendekatan grafis yang sederhana, karya ini menghadirkan refleksi tentang bagaimana karya seni diproduksi, dikemas, dan beredar dalam ekosistem seni.
Rudy Atjeh Dharmawan

Dalam seri Buröng, Rudy Atjeh Dharmawan memperlihatkan ketelitian teknis melalui teknik pemotongan manual pada berbagai jenis kertas. Lapisan kertas dengan warna dan tekstur yang berbeda dipotong secara presisi lalu disusun menjadi komposisi berlapis yang menciptakan kedalaman visual.
Bentuk yang muncul dari lapisan lapisan tersebut menyerupai sosok naga yang bergerak dinamis di dalam bidang karya. Siluetnya terbentuk dari potongan potongan kertas yang saling bertumpuk, menghasilkan permainan bayangan, ruang, dan ritme visual yang kuat. Melalui pendekatan ini, kertas tidak hanya berfungsi sebagai permukaan, tetapi juga membangun struktur yang terasa hampir seperti relief tiga dimensi.
Ruth A. Kaligis

Melalui patung From Eden, figur perempuan yang dihadirkan sarat dengan refleksi tentang asal mula manusia dan konsekuensi dari kehendak bebas. Karya ini menilik kembali momen setelah manusia menggunakan kebebasannya secara penuh, bukan pada tindakan itu sendiri, melainkan pada akibat yang kemudian mengikuti.
Dalam narasi tersebut, sejarah menghadirkan konflik yang panjang. Kekuasaan saling berebut, kesakitan memasuki tubuh, kerja membebani daging, dan tanah tidak lagi sepenuhnya tunduk. Namun di balik pengasingan tersebut, masa depan dan harapan tetap hadir.
Permukaan patung sengaja dibuat berlapis, digores, dan diolah sehingga tubuh figur tampak menyimpan jejak waktu. Tanda tanda pada permukaan menjadi semacam ingatan yang tertanam dalam tubuh. Patung ini tidak hanya merujuk pada figur Hawa, tetapi juga menghadirkan perempuan sebagai asal mula sekaligus saluran di mana luka dan harapan berjalan bersamaan.
Yudi Sulistyo

Dalam karya Work Hard, Yudi Sulistyo membentuk objek menyerupai kapal dengan menggunakan berbagai material seperti kertas, lem, kayu lapis, kabel, serta cat akrilik dan duco. Struktur yang tampak kompleks memberikan kesan seperti mesin atau kendaraan yang sedang bergerak.
Melalui kombinasi material tersebut, karya ini memperlihatkan bagaimana kertas dapat menjadi bagian dari konstruksi objek yang kuat dan padat. Bentuk kapal dapat dibaca sebagai simbol perjalanan dan usaha yang terus bergerak maju, sejalan dengan gagasan tentang kerja keras yang tersirat dalam judul karya.
Bagaimana, tak menyangka kan kalau sejumlah karya ini ternyata terbuat dari kertas? Melalui berbagai pendekatan yang ditampilkan dalam pameran ini, Art Jakarta Papers memperlihatkan bahwa kertas bukan lagi sekadar medium untuk menggambar atau mencetak. Di tangan para seniman, kertas dapat berubah menjadi kolase naratif, relief berlapis, patung, hingga objek yang menyerupai benda sehari-hari. Medium yang sederhana ini justru membuka kemungkinan artistik yang luas dalam praktik seni kontemporer.
Jika Anda menikmati artikel ini dan ingin membaca ulasan seni lainnya, kunjungi written.id untuk menemukan berbagai cerita menarik seputar pameran, karya, dan para seniman.