Saat Desain, Manusia, dan Alam Terhubung di Jia CURATED 2026

Apa jadinya jika sebuah pantai tidak lagi hanya menjadi lanskap, tetapi berubah menjadi ruang pamer seni? Gagasan ini dihadirkan dalam Jia CURATED 2026 yang akan berlangsung di Pantai Pengembak, Sanur, Bali, pada 13–17 Agustus 2026. Berlokasi di area seluas 15.000 meter persegi, tempat ini dikelilingi pohon pinus dan mangrove, serta menghadap langsung ke laut dengan pemandangan terbuka sepanjang hari. Pengunjung juga dapat menikmati matahari terbit dan terbenam dalam satu lokasi, menciptakan suasana yang terus berubah dari pagi hingga malam.

Di lokasi ini, alam tidak lagi berfungsi sebagai latar belakang, melainkan menjadi bagian dari pengalaman pameran itu sendiri. Pasir, batu, laut, serta perubahan cahaya yang terjadi sepanjang hari ikut membentuk cara karya ditampilkan dan dirasakan. Para desainer merespons kondisi ini dengan pendekatan yang lebih peka, menyesuaikan karya mereka dengan lingkungan sekitar sehingga terasa lebih menyatu dengan lanskap.

Lokasi pameran Jia CURATED 2026 di Pantai Pengembak, Sanur. Sumber foto: Jia CURATED

Pendekatan tersebut sejalan dengan tema tahun ini, Nature Weave, yang mengeksplorasi hubungan antara manusia, desain, dan sistem alam. Tema ini tidak hanya menekankan pada tampilan visual, tetapi juga pada bagaimana desain dapat hadir dengan cara yang lebih selaras dengan lingkungan. Karya-karya yang ditampilkan tidak dipaksakan ke dalam ruang, melainkan berkembang dari interaksi dengan kondisi yang sudah ada.

Diilustrasikan oleh seniman digital asal Argentina, SARES, Nature Weave menyoroti hubungan yang erat antara manusia dan alam. Tema ini berangkat dari konsep biophilia, yang menekankan pentingnya menghadirkan unsur alam dalam kehidupan sehari-hari karena dapat memberikan dampak positif bagi kondisi emosional dan psikologis. Dalam konteks ini, desain tidak hanya dilihat sebagai hasil akhir, tetapi juga sebagai proses yang melibatkan hubungan dengan lingkungan.

Melalui pendekatan ini, desain dipahami sebagai praktik yang hidup berdampingan dengan alam. Proses kreatif tidak hanya berfokus pada manusia, tetapi juga mempertimbangkan ekosistem di sekitarnya. Dengan cara ini, desain menjadi lebih intuitif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Salah satu karya yang ditampilkan dalam Jia CURATED 2025. Sumber foto: Jia CURATED

Jia CURATED 2026 juga hadir dengan skala yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Lebih dari 250 brand akan berpartisipasi, menghadirkan karya dari desainer Indonesia dan berbagai negara. Pertemuan berbagai latar belakang ini membuka ruang pertukaran ide yang memperkaya cara pandang terhadap desain saat ini.

Salah satu sorotan utama adalah pameran Tomorrow dari Filipina yang dikurasi oleh Gabriel Lichauco dari NEWFOLK. Pameran ini menampilkan kolaborasi antara desainer dan pengrajin, yang menggabungkan tradisi lokal dengan pendekatan kontemporer. Melalui karya-karyanya, pameran ini mengangkat gagasan tentang kembali terhubung dengan alam, sekaligus menyoroti pentingnya keberlanjutan dan pelestarian budaya.

Program Waste to Wonder juga kembali hadir dengan skala yang lebih luas, mengajak peserta untuk mengolah material sisa menjadi sesuatu yang bernilai. Pendekatan ini menunjukkan bahwa proses desain tidak selalu harus dimulai dari hal baru, tetapi juga dapat berkembang dari apa yang sudah ada.

Selain itu, pengunjung juga dapat melihat Architecture in Scale, yang menampilkan model arsitektur dari berbagai proyek di Asia, serta mengikuti 360° Design Dialogues, sebuah program diskusi yang menghadirkan berbagai perspektif dari pelaku industri desain.

Program 360° Design Dialogues dalam Jia CURATED 2025. Sumber foto: Jia CURATED

Di balik keseluruhan acara, semangat gotong royong tetap menjadi dasar dari Jia CURATED. Kolaborasi menjadi elemen penting dalam membangun ekosistem kreatif yang saling mendukung dan terus berkembang.

Co-Founder Jia CURATED, Budiman Ong, menyampaikan bahwa tema tahun ini merupakan bentuk refleksi sekaligus respons terhadap isu global saat ini, terutama dalam melihat kembali hubungan manusia dengan lingkungan. Ia menekankan bahwa Jia CURATED tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga tempat bertemunya berbagai pelaku kreatif untuk saling bertukar ide dan pengalaman.

Melalui pendekatan ini, Jia CURATED 2026 tidak hanya menghadirkan pameran, tetapi juga pengalaman yang menyeluruh. Pengunjung tidak hanya melihat karya, tetapi juga merasakan bagaimana desain berinteraksi dengan ruang dan alam di sekitarnya. Sebuah ajakan untuk memahami desain sebagai bagian dari kehidupan yang terus berhubungan dengan lingkungan, dan bukan sesuatu yang terpisah darinya.

Sebelum acara utama di Bali, Jia CURATED juga akan mengadakan pameran di Tokyo pada 2–19 April 2026, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan tema Nature Weave ke audiens internasional.

Jia CURATED 2026 dapat dikunjungi setiap hari pukul 12.00 hingga 22.00 WITA, dengan tiket yang tersedia melalui situs resmi www.jiacurated.com.

SHARE :
WhatsApp
Facebook
Twitter
Email
Artikel Lainnya