Racikan Kopi, Desain, dan Seni di De’Stijl Coffee

Sudut di de’stijl coffee collective yang terkesan dekat dan hangat. Sumber foto: Written.

Kafe sering kita jadikan tempat ketiga setelah rumah dan kantor. Bagaimana tidak? Selain untuk menikmati secangkir kopi atau teh, kafe juga kerap kita gunakan sebagai tempat paling nyaman untuk meeting, bekerja, atau sekadar menghabiskan waktu dengan teman.

Di bagian selatan kota Jakarta, tepatnya di area Dharmawangsa, ada sebuah kafe bernuansa nyaman dan hangat, yang tidak hanya menawarkan tempat yang cozy dan kopi nikmat , tetapi juga pengalaman desain dan seni. Kafe ini bernama de’stijl coffee collective yang beralamat di Jl. Darmawangsa VI No. 17. Tempatnya berada di deretan ruko, persis bersebelahan dengan Dharmawangsa Square.

Suasana di de’stijl coffee collective. Sumber foto: Written.

Beberapa waktu lalu, Written berkesempatan mengunjungi de’stijl coffee collective. Sembari mencicipi secangkir piccolo (masih terbayang nikmatnya rekomendasi barista di sini!), saya berkesempatan berbincang dengan owner de’stijl coffee collective, yaitu Rina Renville, membicarakan konsep desain dan interiornya.

Secangkir piccolo yang cangkirnya juga bisa dibeli! Sumber foto: Written.

Secara harfiah, de’stijl berasal dari bahasa Belanda yang berarti “style”. Namun, di balik itu, kafe ini terinspirasi dari sebuah design movement, yaitu De Stijl, yang merupakan aliran desain di antara klasik dan modern. Kafe ini tidak hanya didesain sebagai tempat untuk menikmati kopi saja, tetapi juga sebagai hub di mana kita bisa berkumpul, terkoneksi, dan melakukan banyak hal menarik sambil menikmati kopi.

Konsep Desain Interior

Salah satu sudut di de’stijl coffee collective. Sumber foto: Written.


Dalam pemilihan warna, desain interior de’stijl coffee collective memiliki warna primer yang terinspirasi dari gaya Ludwig Mies van der Rohe dan Piet Mondrian. Karena itu, beberapa furnitur beraksen merah, kuning, dan biru, dipilih untuk mengisi ruangan kafe ini.

Furnitur dengan palet khas Mondrian di de’stijl coffee. Sumber foto: Written.

Furnitur modern berwarna khas tersebut kemudian dipadukan dengan elemen kayu agar dapat menghadirkan kehangatan sekaligus mempertahankan sentuhan khas Indonesia tanpa terasa terlalu etnik. Menariknya, elemen yang cenderung berat justru dapat berdampingan harmonis dengan pendekatan modern, tanpa saling mendominasi secara visual.

De’stijl Coffee Collective Sebagai Hub

Beragam produk UMKM di de’stijl coffee collective. Sumber foto: Written.


Selain menyediakan kopi, sejalan dengan namanya, de’stijl coffee collective juga menghadirkan barang-barang kolektif dari brand dan UMKM terkurasi yang dapat kita beli. Yang paling menarik, cangkir dari kopi piccolo saya (yang sangat nikmat!) tadi ternyata bisa langsung dibeli.

Beragam produk UMKM di de’stijl coffee collective. Sumber foto: Written.

Brand lokal dan UMKM ini benar-benar dipilih dengan cermat, mulai dari filosofi dan cerita produk yang menarik, material yang digunakan, hingga kualitasnya. Hal yang paling menarik dari pemilihan brand dalam kolektif ini adalah de’stijl coffee benar-benar hanya ingin menampilkan produk lokal. Beberapa brand merupakan hidden gem yang belum terlalu dikenal secara branding, namun sudah sangat kuat akan konsep dan craftmanship-nya. Bahkan, ada juga produk dari UMKM yang hampir berhenti produksi, namun berusaha diangkat kembali agar bisa kembali kembali mendapat perhatian dari publik. Produk-produk di bagian kolektif cukup beragam, mulai dari pigmen pewarna alami, artisan keramik, lampu, hingga barang-barang daur ulang yang mengusung tema sustainable product.

Koleksi Buku Desain dan Wall of Art

Mini library yang berisikan buku desain dan interior dapat dibaca oleh pengunjung. Sumber foto: Written.


Aspek menarik lainnya dari de’stijl coffee collective adalah adanya barisan buku-buku yang tersusun rapi di lemari kayu. Puluhan buku tersebut merupakan koleksi pribadi Rina Renville, yang kebanyakan bertema desain dan interior. Seluruh buku ini bisa dipinjam oleh pengunjung untuk dibaca di tempat.

Buku-buku koleksi Rina Renville. Sumber foto: Written.
Buku-buku koleksi Rina Renville. Sumber foto: Written.

Masih di dalam kafe, ada sebidang tembok yang diisi dengan lukisan dan menjadi bagian penting dari identitas de’stijl ini. Tidak hanya menjadi tempat untuk memamerkan koleksi lukisan milik de’stijl coffee, tembok ini juga terbuka bagi para seniman yang ingin membuat mini exhibition,” ujar Rina Renville.

Tak terasa piccolo dan camilan sudah tuntas, obrolan pun sudah ditutup. Pengalaman mengunjungi de’stijl coffee memang singkat, namun meninggalkan kesan yang hangat. Karena di sini tiap sudut memberikan pengalaman yang terus tinggal bahkan setelah keluar dari pintunya.

Tembok yang dipenuhi karya seni, terbuka untuk mini exhibition. Sumber foto: Written.
SHARE :
WhatsApp
Facebook
Twitter
Email
Artikel Lainnya